Berdamai dengan Hati Luka
oleh: Nurmariana
Bila hati sedang luka makan tak enak
dan tidur pun tak nyenyak. Hati luka
seperti disayat sembilu, artinya begitu sangat sakit. Hati luka dalam
paparan ini bukanlah makna lugas tetapi makna kias. Kalau makna lugas
pengobatannya atau penyembuhannya bisa ditangani oleh medis namun bila makna
kias pengobatannya harus dilakukan dengan pendekatan relegius.
Apa
penyebab hati luka? Hati terluka bisa saja disebabkan karena sesuatu hal yang
begitu menyisakan derita paling dalam pada diri seseorang. Dapat diambil contoh
penyebab dari hati luka. Bisa saja hati luka karena mendengar perkataan atau perbuatan
perilaku seseorang yang mungkin saja tidak sebenarnya terjadi. Atau bisa saja
karena merasa dihina atau diremehkan dari seseorang. Kebanyakan orang menyebutnya
dengan kena fitnah dari seseorang yang membenci dirinya.
Pembaca bisa membayangkan rasa
sakitnya itu, bila fisik yang terluka, misalkan jari kita terkena pisau ketika
mengiris bawang atau buah. Luka tersebut terkena dengan air biasa, itu luka
perihnya luar biasa. Apalagi bila terkena dengan air garam atau air perasan
jeruk nipis. Ehm ... seperti itulah rasanya bila orang yang sedang mengalami
luka hatinya. Itu fisik berbeda dengan hati yang dalam hal ini adalah yang
menyangkut perasaan seseorang.
Ada
beberapa orang bila ditanya pernahkah merasakan hati luka atau hatinya terluka,
bagaimana rasanya? Dari jawaban mereka yang pernah mengalami luka hatinya
menjawab dengan kalimat yang sulit diterka seperti apa rasanya. Mereka itu
menjawab rasanya tak dapat dituliskan dengan kata-kata apalagi kalimat.
Jawaban ini dapat ditafsirkan bahwa rasa
sakit hati yang terluka itu tak terbilang.
Kalau
rasa sakitnya hati yang luka tersebut itu tak terbilang, lalu muncul pertanyaan
berikutnya, yaitu itu bisakah disembuhkan atau berapa lama waktu
penyembuhannya? Kalau sudah menyangkut masalah hati yang luka ini, tentu saja untuk
penyembuhannya bergantung kepada kuat tidaknya si penerima perasaan tersebut.
Jadi relatif tidak sama setiap individu.
Namun,
semua rasa sakit hdiati atau hati luka tersebut bisa dengan mudah untuk
disembuhkan kalau sise penderita mengembalikan segala persoalan hidup kepada
Allah SWT. Jadikan Allah satu-satunya sebagai tempat untuk bersandar. Laporkan
segala persoalan hidup pada Allah SWT. Waktu yang tepat untuk laporan pada
Allah SWT itu di waktu sepertiga malam terakhir.
Bangun
dari tidur di sepertiga malam terakhir dan laksanakan salat tahajut serta
berdoa. Yakinlah, kalau ini yang pembaca lakukan, lambat laun seiring berjalannya
waktu, hati luka tersebut lama kelamaan akan sembuh dengan sendirinya.
Ketenangan jiwa atau hati yang tenang dan ikhlas menerima semua yang sudah
menjadi bagian untuk dirinya.
Semoga
paparan yang yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang ingin berdamai dengan hati luka.
Selamat mencoba dan salam literasi.

Komentar
Posting Komentar