Menata Hati
oleh: Nurmariana
Kalau kita lihat istilah atau kata hati dan hati-hati tentu saja sangat berbeda maknanya. Kata hati dalam bentuk ulang sehingga makna yang sesungguhnya adalah diharapkan kita ingat-ingat, hemat-hemat sehingga kita tidak salah melangkah dalam kehiduppan. Sedangkan makna hati sangat banyak. Apabila kita simak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna hati adalah (1) organ badan yang berwarna kemerah-merahan, yang posisi letaknya di bagian kanan atas rongga perut, (2) daging sebagai bahan makanan (terutama hati dari binatang sembelihan, (3) jantung, (4) sesuatu yang ada di tubuh manusia dan dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (dan sebagainya), (5) apa yang terasa dalam batin, (6) sifat (tabiat) manusia, dan (7) bagian yang di dalam sekali (tentang buah, batang, tumbuhan, dan sebagainya).
Dari sekian banyak makna hati tersebut maka yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah hati yang bermakna terdapat pada nomor empat yaitu sesuatu yang ada di tubuh manusia dan dianggap sebagai tempat segala perasaan. Untuk memahami hati yang dimaksudkan dalama nomor empat ini pun masih berbagai macam maknanya. Dengan kata lain banyak makna tentang kata hati yang berupa ungkapan perasaan.
Banyak ungkapan yang menggunakan kata hati. Kata hati berupa ungkapan ini, dalam kehidupan sehari-hari masih banyak dipergunakan untuk berkomunikasi dalam mengungkapan perasaan. Seperti contoh, pembaca pernah mendengar ungkapan tinggi hati dan rendah hati. Tentu saja makna kedua ungkapan tersebut berbeda. Tinggi hati bermakna sombong sedangkan rendah hati adalah sikap bijak seseorang yang mampu mempsisikan diri. Tidak merasa hebat, tidak merasa cantik, dan tidak merasa lebih dari orang lain atau bersahaja. Kedua ungkapan tersebut terkait dengan hati yang masih perlu ditata keberadaannya.
Saat ini, banyak orang sibuk menata rupa atau wajah namun lupa menata hati. Bagaimana seseorang dapat menata hatinya agar selalu dalam keadaan sehat? Berikut ini dipaparkan upaya hidup sehat dengan hati sehat. Yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Banyak istigfar
Istigfar artinya memohon ampun kepada Allah SWT. Terlebih-lebih memohon ampunan di sini bila kita melakukan kesalahan. Hal ini sangat diperlukan agar hati kita tetap sehat dan tidak mati. Sebagai hamba Allah kita manusia tak luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu kita diharuskan untuk beristigfar. Istigfarlah sesering mungkin.
2. Banyak ibadah
Sebagai umat beragama, kita memang harus menjalankan ibadah-ibadah wajib terlebih dahulu kemudian barulah perbanyak dengan ibadah-ibadah sunah.
3. Banyak merenung
Banyak merenung bukan tidak boleh asal merenungnya dalam hal ini dapat mengubah hati seseorang agar bisa menjadi baik atau lebih baik lagi ke depannya. Ajak bicara teman dari hati ke hati dan bila perlu empat mata sehingga si teman dapat paham bila kita sedang menata hatinya untuk selalu sehat. Berikan pencerahan dan ajak teman untuk dapat berbuat seperti teman yang lain dalam menuju kebaikan dan rida Allah SWT.
4. Banyak bergaul
Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia yang hidupnya tidak bisa tanpa bantuan dari orang lain maka kita sangat perlu bergau dengan sesama. Hanya dalam bergaul kita tetap harus selalu dalam koridor Allah SWT jangan sampai bergaul membawa kesengsaraan diri.
Bergaulah dengan orang saleh sehingga kita akan ikut menjadi saleh. Bila kita sudah tahu dalam bergaul dengan teman ternyata teman tersebut kurang sepaham dengan kita maka tugas kita perlu meluruskan teman yang salah jalan. Doakan teman agar hatinya bisa berbalik ke jalan lurus.
Semoga paparan yang sederhana ini dapat membuat kita hidup sehat dengan hati yang sehat. Semoga bermanfaat dan salam literasi.

Komentar
Posting Komentar